Halaman

Jumat, 07 September 2012

Wah, Orang Jepang Tak Tertarik dengan Seks

Liputan6.com, Tokyo: Selama beberapa tahun ini, Jepang telah dipusingkan dengan masalah "soushoku danshi", pria anti-sosial. Mereka biasanya tidak mau bergaul dan berkenalan dengan lawan jenis. Akibatnya, kaum hawa Negeri Sakura itu kesulitan mencari pria yang ingin memulai hidup baru hingga akhirnya berhubungan intim. Hal itu berdampak pada penurunan jumlah kelahiran di Jepang.

Menurut data Lembaga Pendidikan Seks Jepang, wanita yang melakukan hubungan intim terus menurun selama enam tahun belakangan. Lembaga itu melakukan survei sekali setiap enam tahun untuk mendapatkan informasi tentang kesadaran seksual generasi muda Jepang. Survei terakhir yang diambil dari Oktober 2011 sampai Februari 2012. Jajak pendapat itu dilakukan terhadap 7.770 responden yang merupakan siswa di tingkat SMP, Sekolah Tinggi, dan Universitas dari seluruh Jepang.

Hasilnya, persentase wanita aktif secara seksual dari mulai SPM hingga universitas terus meningkat mengikuti tren sejak survei dimulai pada tahun 1974 silam. Kemudian, memuncak pada tahun 2005, sekitar 60 persen untuk mahasiswi dan 30 persen untuk remaja putri usia SMA. Namun, di tahun 2012, menurun menjadi 47 persen untuk mahasiswi dan 24 persen untuk siswa SMA.

Kazuo Katase, seorang profesor dari Universitas Tohoku percaya hasil ini menunjukkan bahwa banyak wanita muda Jepang yang menyerah pada gaya hidup pria "soushoku danshi".

Survei ini juga menunjukkan bahwa kaum "sasoushoku danshi" terus meningkat jumlahnya. Persentase aktif secara seksual mahasiswa laki-laki menurun dari 60 persen pada 2005 menjadi 54 persen pada tahun 2011.

Bahkan, menurut survei yang sama, persentase siswa yang pernah mencium teman wanitanya juga ikut menurun. Dari 72 persen menjadi 66 persen untuk mahasiswa. Kemudian, 48 persen menjadi 37 persen untuk remaja laki-laki usia SMA. (Rocketnews24/Vin)

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar